Pages

Tampilkan postingan dengan label Budaya Kerja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya Kerja. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Maret 2011

Budaya Kerja

Pengertian Budaya Kerja

Merupakan seperangkat sistem yang nampak dalam nilai-nilai kerja, yang diperjuangkan dan diwujud-nyatakan menjadi satu tatanan manajemen yang berkualitas. Hal ini akan tercermin dari sikap yang menjadi perilaku, kepercayaan, cita-cita, pendapat dan tindakan yang diwujudkan di dalam bekerja.















Manfaat Budaya Kerja

Budaya kerja yang dilaksanakan secara baik dapat mengubah sikap dan perilaku Sumber Daya Manusia ( SDM ) dalam pencapaian produktivitas kerja yang lebih tinggi.
Manfaat dari budaya kerja antara lain :
  1. Menjamin hasil kerja dengan kualitas yang terbaik.
  2. Membuka seluruh jaringan komunikasi, keterbukaan, kebersamaan dan kekeluargaan.
  3. Lebih mudah untuk menemukan kesalahan dan cepat untuk memperbaikinya.
  4. Cepat menyesuaikan diri dengan dunia luar.
  5. Mengurangi laporan berupa data dan informasi yang salah.
  6. Meningkatnya kepuasan di dalam bekerja.
  7. Membuat pergaulan menjadi lebih akrab.
  8. Meningkatnya tingkat kedisiplinan di dalam kerja.
  9. Mengurangi pengawasan secara fungsional.
  10. Mengurangi tingkat absensi dan pemborosan.

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Dalam Budaya Kerja

Pengertian Lingkungan Kerja 
Yaitu kondisi atau keadaan yang mempengaruhi orang-orang untuk dapat bekerja dengan lebih baik dan produktif .

Jadi untuk mencapai tujuan organisasi, perlu diciptakan lingkungan kerja yang kondusif agar setiap individu mampu mengaktualisasikan diri berdasarkan pada nilai-nilai yang disepakati dan mengarah pada tujuan organisasi.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam memelihara dan menjaga budaya kerja di lingkungan kerja adalah :
  • Adanya suatu tantangan, keterlibatan dan kesungguhan.
  • Adanya suatu kebebasan di dalam mengambil keputusan.
  • Adanya waktu yang tersedia untuk memikirkan ide-ide baru.
  • Memberikan suatu kesempatan atau peluang untuk mencoba ide baru.
  • Tinggi rendahnya tingkat konflik.
  • Keterlibatan di dalam tukar pendapat.
  • Kesempatan untuk mengeluarkan humor, bercanda dan bersantai.
  • Tingkat saling kepercayaan dan keterbukaan.
  • Keberanian menanggung resiko.
Contoh: 
Seorang pimpinan harus bisa mengendalikan sifat egois pegawainya, dengan tidak bersikap pilih kasih dan berusaha bersikap professional dalam pembagian kerja. Jika terjadi perselisihan dalam lingkungan kerja, maka pimpinan harus bisa bersikap bijaksana dalam menyelesaikan masalah yang ada, sehingga tidak muncul hal-hal yang membuat pegawai merasa tidak nyaman dan malas masuk kerja.

Dengan terciptanya lingkungan kerja yang kondusif, maka akan terbuka suatu kesempatan yang sangat luas untuk berkembangnya proses belajar atau saling belajar satu sama lain dalam bekerja. Mereka akan lebih bersemangat di dalam memecahkan semua persoalan yang timbul, baik dari dalam maupun luar organisasi.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...